Selasa, 04 Oktober 2011









Bintang yang terang
sinarmu sungguh indah
keindahanmu mengingatkan aku
pada seseorang…………
dimana aku sangat merindukannya
malam yang begitu sunyi……….
mengapa dia tak hadir untuk menemaniku
angin yang berhembs dengan kencang……….
Tuhan sampaikan salam ku padanya
bahwa aku sangat merindukannya
kuingin dia selalu mencintaiku
dimanapun dia melangkah
SETIAP KATAKU ADALAH KATA CINTA PADAMU
DIHATIKU HANYA ADA SATU NAMA YAITU KAMU
SETIAP LANGKAHKU HANYA UNTUKMU
AKU HIDUP UNTUK MENCINTAIMU
DAN AKU MATIPUN AKAN AKU KENANG DIRIMU








===========================
cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi…
memberi banyak kehidupan..
membuat orang ingin tahu..
dan tiap orang pasti mengalami cinta..
cinta itu keikhlasan..
cinta itu kemauan..
cinta itu saling mengerti..
cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati..
jadikan cinta itu indah dihatimu..
karena cinta bisa seindah yang kau mau
“Fhytara aku mencintaimu”
Dalam segala kurang dan lebihmu
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu
i Luph U

Senin, 03 Oktober 2011


Wisnu Reza Wiguna


Menjadi orang yang bijaksana, siapa yang tidak mau. Meski tidak sepopuler kepintaran, namun beberapa orang masih mendambakan kebijaksanaan. Sayangnya tidak ada tempat untuk belajar menjadi bijaksana. Hanya dikatakan bahwa bijaksana akan datang ketika kita mampu belajar dari pengalaman. Kalau begitu apakah mungkin orang menjadi bijaksana pada usia muda?
Debbie Mendel, MA memberikan lima cara untuk mendapatkan kebijaksanaan. Pertama, fokuslah pada apa yang sedang dilakukan.Multi tasking akan mengurangi kemampuan kita. Artinya kebijaksanaan mensyaratkan perhatian. Ini bisa dipahami karena kebijaksanaan bersifat multi dimensi. Tidak hanya melulu soal logika, namun juga soal hubungan satu pribadi dengan pribadi yang lain. Kedua, luangkan waktu untuk berhubungan dengan tetangga. Juga dengan tumbuhan, binatang dan benda mati di sekitar tempat tinggal. Semua yang ada di dunia ini adalam ciptaan Tuhan. Hukum alam menyatakan arogansi sepihak akan merusak keseimbangan yang terjadi, sehingga diperlukan proses untuk mencapai keseimbangan yang baru. Ongkos untuk mencapai keseimbangan baru ini biasanya tidak murah.
Ketiga, aktifkan dan bagilah kegairahan hidupmu. Hal ini juga bisa dikaitkan dengan keseimbangan alam. Jika satu komponen terlalu menonjol dibanding lainnya, akan terjadi kesenjangan. Dengan berbagi maka kesenjangan tersebut akan dikurangi. Keempat, bergembiralah. Bergembira erat hubungannya dengan pikiran postif. Dengan pikiran positif maka kehidupan akan terasa lebih ringan untuk dijalani. Kelima, mulailah dengan hati dan pikiran yang bersih. Jika hati dan pikiran kita bersih maka prasangka buruk akan menjauh, sehingga kita akan mampu berpikir dengan jernih.
Sumber lain memberikan empat kriteria orang bijak. Pertama, memiliki “self knowledge”, yaitu pemahaman atas pertayaan “saya ini seperti apa?” Dengan kemampuan menilai diri maka biasanya akan muncul pertanyaan: apakah yang seperti ini sudah ideal. Jika belum ideal lantas yang ideal seperti apa. Kedua, tulus hati, yaitu berbicara dan berbuat seperti apa yang ia pikirkan, rasakan dan inginkan. Orang yang tulus hati, yang jujur, biasanya tidak memiliki dendam. Dendam adalah letupan emosi, dan emosi pastilah menguras tenaga dan pikiran. Jika kita tidak memiliki dendam maka energi dan pikiran kita bisa sepenuhnya digunakan untuk kemajuan pribadi.
Ketiga, menjadi tempat bagi orang lain untuk meminta pendapat. Artinya orang bijak harus bisa melihat mana yang harus dilakukan, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Keempat, konsisten dengan nasehatnya pada orang lain. Banyak orang yang bisa memberi nasehat untuk orang lain. Namun menasehati diri sendiri dan melaksanakan nasehat tersebut terbukti lebih sulit, karena dibutuhkan kemampuan untuk mengendalikan diri.
Sumber yang ketiga memberikan enam hal yang dilakukan orang bijak. Pertama, jangan tergesa-gesa membuat keputusan. Selama masih ada waktu, tunggulah. Siapa tahu ada ide lain yang lebih baik. Menunggu juga berarti memberi kesempatan untuk meredam emosi. Kedua, jangan tergesa-gesa berbuat sebelum mendapat informasi yang lengkap. Pastikan bahwa setiap keputusan yang dibuat didasarkan pada informasi yang memadai. Ketiga, coba pahami apa yang ada dibalik apa yang terlihat.
Keempat, baca dan terapkan. Membaca tanpa mempraktekan adalah kutu buku, bertindak tanpa membaca akan membuat orang menjadi bodoh. Kebijaksanaan merupakan perpaduan antara pengetahuan dan pengalaman hidup. Kelima, pengamatan. Belajarlah dari pengalaman orang lain. Keenam, mengikuti pandangan umum bukanlah jaminan kebenaran. Karena kadang orang bertindak karena emosi, tanpa informasi yang memadai.